Selasa, 11 Oktober 2011
Kafilah Terpaksa Singgah
Konon ratusan tahun silam, ada seorang Sultan yang sangat dihormati dan ditakuti rakyatnya. Sesekali ia berparade di jalan-jalan untuk melihat keadaan rakyatnya dan untuk melihat apakah rakyat masih menghormati dan takut kepadanya. Suatu hari Sang Sultan bersama para pengawal dan tentaranya melakukan parade. Semua orang memberikan hormat ketika Sultan lewat, kecuali seorang rakyat biasa.
Rabu, 05 Oktober 2011
Nabi Juga Dipenjara
Sulaeha yang juga cantik dan awet muda kemudian jatuh cinta kepada Nabi Yusuf, tetapi cintanya ditolak karena Nabi Yusuf sangat menghormati majikannya, Futhifar, suami Sulaeha. Futhifar sehari-hari adalah pejabat kerajaan.
Suatu hari ketika si suami tidak ada di rumah, Sulaeha memanggil Yusuf ke kamar tidurnya untuk memijat punggungnya.
Penguasa atau Penghibur
''Enak sekali jadi ayah. Bisa enak-enak duduk di punggung keledai dan membiarkan anak berjalan kaki.''
Mendengar cibiran itu, Luqman menyuruh anaknya menggantikan posisinya. Dia berjalan dan anaknya naik keledai. Ketika melewati perkampungan penduduk, masyarakat setempat kemudian berkomentar.
''Dunia sudah terbalik. Orangtua sudah menjadi hamba bagi anaknya.''
Mendengar cibiran itu, Luqman menyuruh anaknya menggantikan posisinya. Dia berjalan dan anaknya naik keledai. Ketika melewati perkampungan penduduk, masyarakat setempat kemudian berkomentar.
''Dunia sudah terbalik. Orangtua sudah menjadi hamba bagi anaknya.''
Merasa Mampu
NEGERI Antah-berantah sedang punya hajatan. Beberapa bulan ke depan, rakyat akan memilih Pemimpin Negeri. Ada lima pasangan kandidat pemimpin. Dari 10 kandidat tersebut, hanya satu yang berkelamin perempuan. Namanya, La Becce, dan ia akan maju sebagai kandidat 01. Walaupun berkelamin perempuan, ia merasa mampu memimpin negeri dongeng tersebut. Ia diusung Partai Demokrasi Antah-berantah. Pasangannya seorang kiyai yang memimpin sebuah organisasi keagamaan.
Langganan:
Postingan (Atom)



