Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Oktober 2024

Ketika Iman Tergoyahkan: Refleksi di Tengah Kekaguman pada Agama Lain

 


Apa yang menyebabkan seorang muslim bisa terpesona dengan agama lain, bahkan sampai terseret jauh dan kehilangan identitasnya sebagai seorang muslim? Salah satu jawabannya terletak pada kurangnya pemahaman yang mendalam tentang agama Islam itu sendiri.

Selasa, 10 September 2024

Pentingnya Olahraga Rutin

   


Salah satu bentuk olahraga yang bisa dilakukan adalah jalan sehat bersama teman-teman. Aktivitas ini tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga mempererat hubungan sosial dan memberikan motivasi untuk tetap konsisten berolahraga. (Foto: Fitrah)

Kamis, 29 Agustus 2024

Anies Baswedan Menolak Tawaran dengan Integritas dan Elegan

 

Anies Baswedan, mantan Gubernur DKI Jakarta, menunjukkan sikap yang patut dicontoh dalam dunia politik dengan menolak tawaran dari partai politik (parpol) untuk diusung sebagai calon Gubernur Jawa Barat. (int)

Senin, 26 Agustus 2024

Alis Alami, Identitas Sejati

ALIS ALAMI. Dalam dunia kecantikan, tren mencukur alis dan menggantinya dengan alis palsu semakin populer. Namun, praktik ini menimbulkan sejumlah pertanyaan dari sudut pandang agama dan kesehatan.

Minggu, 25 Agustus 2024

Pilpres Curang, Pemilu Buruk, Quo Vadis Indonesia?


Hasil pilpres kemudian dinilai oleh banyak pihak penuh dengan kecurangan. Bahkan sebanyak 100 tokoh bangsa menyatakan menolak bersama-sama hasil penghitungan suara Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Mereka menilai kontestasi politik itu penuh dengan kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).
 

Selasa, 07 November 2023

Menulis Opini dan Esai di Medsos dan Media Massa

Gaya penulisan saya banyak dipengaruhi tulisan Sumohadi Marto Siswoyo atau Sumohadi Marsis, pendiri dan Pemimpin Redaksi Tabloid Bola. Sumohadi Marsis punya rubrik di Tabloid Bola yang diberi nama “Catatan Ringan”. Isinya benar-benar catatan ringan, ringan bahasanya, kalimatnya pendek-pendek, tidak menghakimi, tidak menghujat, dan selalu diselingi humor.

Selasa, 29 November 2022

Mendiskusikan Puisi “Pada Sebuah Reuni” Karya Aslan Abidin

SATU BIJI PUISI. Dari kiri ke kanan Dr Asia Ramli Prapanca (moderator), Mahrus Andis (pembicara), dan Dr Aslan Abidin, penyair yang puisinya dibahas pada Diskusi Puisi "Pada Sebuah Reuni", di Kafebaca, Jl Adhyaksa, Makassar, Sabtu, 15 Januari 2022. (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)

Kamis, 27 Januari 2022

Terselip di Antara Para Pendekar Sastra, Penyair, dan Cerpenis

TERSELIP. Penulis, Asnawin Aminuddin (pakai kopiah hitam, berdiri keenam dari kiri) foto bersama para pendekar seni, penyair, cerpenis. Duduk di depan dari kiri ke kanan, Asia Ramli Prapanca, Aslan Abidin, Mahrus Andis, dan Suradi Yasil, seusai Diskusi Puisi “Pada Sebuah Reuni” Karya Aslan Abidin, di Kafebaca, Jl Adhyaksa Makassar, Sabtu, 15 Januari 2022. (ist)

Sabtu, 18 April 2020

Bahasa adalah Senjata, Kata-kata adalah Pelurunya


Bahasa jurnalistik adalah bahasa yang digunakan oleh wartawan atau media massa untuk menyampaikan informasi. Bahasa jurnalistik adalah bahasa dengan ciri-ciri khas yang memudahkan penyampaian berita dan komunikatif. Bahasa jurnalistik adalah bahasa yang digunakan dalam dunia jurnalistik. 

Sabtu, 25 Februari 2017

Kasus Prita; Membeli Pisang Epe’ dengan Dolar


Prita Mulyasari menulis uneg-unegnya lewat milis (grup email) tentang pelayanan yang diterima saat dirawat di rumah sakit Omni International. Artinya uneg-uneg atau pesan tersebut ditujukan kepada sejumlah orang yang bergabung di grup milis yang sama dan bukan ditujukan kepada pihak Rumah Sakit Omni International. Anehnya, pihak Rumah Sakit Omni International memberikan reaksi yang berlebihan dengan melaporkan Prita kepada pihak berwajib. (int)

Rabu, 18 November 2015

Kebakaran Tidak Memilih Waktu dan Tempat


MUSIBAH. Sebuah rumah panggung sederhana milik petani miskin, Jupe dan Pida, ludes dilalap api tanpa menyisakan satu pun barang berharga, Rabu siang, 18 November 2015, di Kelurahan Palampang, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba. (Foto: Nurwahida)

Minggu, 01 November 2015

PWI, Netizen, dan Wartawan Abal-abal


Banyak netizen yang mencari dan menulis berita di internet. Ada yang menulis berita di website, ada yang menulis berita di blog (blogger), ada pula yang aktif menulis berita di media sosial (facebook, twitter, dll). Kehadiran para netizen berita ini tidak boleh diabaikan oleh PWI sebagai organisasi wartawan terbesar di Tanah Air, karena keberadaan dan aktivitas mereka menulis atau menyajikan berita menjadi “pesaing berat” bagi para wartawan.

Minggu, 18 Oktober 2015

Parpol Semata-mata Mencari Kekuasaan dan Jabatan


Apa sesungguhnya yang ingin dicari, ingin diterapkan, dan ingin dibangun oleh parpol bersama para pengurus dan anggotanya? Jawaban paling simpel adalah mereka semata-mata hanya mencari kekuasaan dan jabatan, padahal Parpol dan para politisi seharusnya membina budaya, mempertahankan nilai-nilai kebudayaan, mengembangkan kebudayaan.
- Prof Abu Hamid -

Rabu, 13 Mei 2015

Perizinan Gratis di Sulsel? Gayanaji....


KANTOR CAMAT PANAKKUKANG. Saya harus menghabiskan waktu kurang lebih satu bulan untuk mengurus perpindahan Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dari Makassar ke Gowa. Itu pun belum termasuk pengurusan KK dan KTP baru di Kantor Catatan Sipil Gowa. (Asnawin)

Gajah "Terluka" di Taman Bermain Bianglala Gowa


"TERLUKA". Patung gajah di Taman Bermain Bianglala, Lapangan Syekh Yusuf, yang lokasinya tepat di depan Kantor Bupati Gowa, tampak "terluka" di bagian telingan kiri. "Luka menganga" juga tampak di bagian rahang kanan. Foto ini diabadikan pada hari Ahad, 3 Mei 2015. (Foto: Asnawin)

Selasa, 30 Desember 2014

Film dan Budaya India


BUDAYA INDIA. Semua film pasti mengangkat atau mengandung unsur-unsur budaya, dan budaya-budaya tersebut, secara langsung maupun secara tidak langsung, disadari ataupun tidak disadari, akan masuk ke alam berpikir para penonton. Film India misalnya. Semakin sering seseorang menonton film India, maka semakin masuklah budaya India ke alam berpikirnya. (Foto: Asnawin)

Perusak Budaya


PERUSAK BUDAYA. Disadari atau tidak, film-film India di stasiun televisi kita (Indonesia) telah merusak budaya kita. Film India atau sinetron India tentu saja menampilkan kehidupan masyarakat India, lengkap dengan latar belakang budaya, adat, dan kebiasaan mereka. Secara tidak langsung, kita diperkenalkan budaya India, dan secara tidak langsung pula memengaruhi cara pandang dan cara berpikir kita. (Foto: Asnawin)

Rabu, 29 Januari 2014

Kampus, Citra, dan Realita



CITRA. Realita di lapangan ternyata berbicara lain. Tidak sedikit alumni PTN yang menjadi pengangguran atau bekerja pada bidang yang tidak sesuai ijazahnya. Sebaliknya, cukup banyak alumni PTS yang sukses dalam karier dan usahanya. Di sisi lain, banyak PTN yang ribut saat pemilihan rektor. Banyak PTN yang mahasiswanya sering melakukan aksi unjukrasa anarkis. Tidak sedikit gedung kampus PTN yang dibakar oleh mahasiswanya sendiri. (Foto: Asnawin)

Kamis, 16 Mei 2013

Islamic Centre Bulukumba, Pembangunan Setengah Hati?


ISLAMIC CENTRE Bulukumba yang dibangun sejak belasan tahun lalu, hingga kini belum rampung pembangunannya. Foto ini diabadikan pada Ahad, 7 April 2013. Pembangunannya mengalami kemajuan berarti setelah Zainuddin Hasan menjabat Bupati Bulukumba periode 2010-2015. (Foto: Asnawin)

Senin, 30 Juli 2012

Ethos, Pathos, dan Logos Presiden SBY


Sebelum menjadi Presiden RI pada periode pertama (2004-2009), masyarakat Indonesia menyanjung dan mengelu-elukan SBY. Sebagian besar rakyat Indonesia memuji habis-habisan SBY sebagai tokoh humanis, religius, dan berwibawa. Pendek kata, SBY begitu memesona. Hasilnya, SBY yang berpasangan dengan Jusuf Kalla terpilih menjadi Presiden.