Sabtu, 15 Maret 2014

Mengenal Taman Nasional Bantimurung - Bulusaraung (3)


KUPU-KUPU raksasa dengan sayap terkembang, dibuat secara artistik di atas pintu gerbang kawasan wisata dan Taman Nasional Bantimurung - Bulusaraung, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan. Alfred Russel Wallace pada sekitar 1857, menjuluki kawasan ini sebagai "The Kingdom of Butterfly" atau Kerajaan Kupu-kupu (Foto: wikipedia.org)

Mengenal Taman Nasional Bantimurung - Bulusaraung (2)


BANTIMURUNG berasal dari kata benti merrung (Bahasa Bugis halus) yang berarti air bergemuruh. Nama tersebut diusulkan oleh Karaeng Simbang, Patahoeddin Daeng Paroempa (Simbang adalah salah satu kerajaan dalam distrik adat Gemenschaap dan berada dalam wilayah kerajaan Maros). Berawal dari kata benti merrung itulah kemudian berubah bunyi menjadi Bantimurung. (Foto: wikipedia.org)

Mengenal Taman Nasional Bantimurung - Bulusaraung (1)


TAMAN NASIONAL. Ratusan orang menikmati suasana dan pemandangan di sekitar air terjun Bantimurung yang berada dalam kawasan Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung (atau disingkat TN Babul), Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan. Pada hari-hari libur, pengunjung bisa mencapai belasan ribu orang dalam sehari. Selain air terjun, di Bantimurung juga ada gua mimpi, gua batu, danau, telaga, batu gajah, dan lain-lain. (foto: wikipedia.org)

Rabu, 29 Januari 2014

Kampus, Citra, dan Realita



CITRA. Realita di lapangan ternyata berbicara lain. Tidak sedikit alumni PTN yang menjadi pengangguran atau bekerja pada bidang yang tidak sesuai ijazahnya. Sebaliknya, cukup banyak alumni PTS yang sukses dalam karier dan usahanya. Di sisi lain, banyak PTN yang ribut saat pemilihan rektor. Banyak PTN yang mahasiswanya sering melakukan aksi unjukrasa anarkis. Tidak sedikit gedung kampus PTN yang dibakar oleh mahasiswanya sendiri. (Foto: Asnawin)