Foto kiri atas: Abdul Rahman Rahim dan Haedar Nashir. Foto kanan atas: dari kiri ke
kanan Irwan Akib, Haedar Nashir, Rahman Rahim, dan KH
Zainuddin Sialla. Foto kiri bawah: dari kiri ke
kanan Haedar Nashir, Syaiful Saleh, Samhi Muawan Djamal, dan KH Subari Damopolii. Foto kanan bawah: dari kiri ke
kanan Irwan Akib, Kamaruddin Moha, Haedar Nashir, dan Erwin Akib.
Kamis, 15 September 2016
Senin, 18 April 2016
Sejarah Pers Indonesia Terbagi Tiga Golongan
SEKOLAH JURNALISME INDONESIA. Pelatihan nasional wartawan PWI, Asnawin Aminuddin (baju hitam) membawakan materi “Perkembangan Pers Dunia dan Indonesia” pada Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) yang diadakan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Makassar, di Gedung MPM Muhammadiyah, Jl Sunu, Makassar, Jumat, 15 April 2016. (ist)
Rabu, 18 November 2015
Kebakaran Tidak Memilih Waktu dan Tempat
MUSIBAH. Sebuah rumah panggung sederhana milik petani miskin, Jupe dan Pida, ludes dilalap api tanpa menyisakan satu pun barang berharga, Rabu siang, 18 November 2015, di Kelurahan Palampang, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba. (Foto: Nurwahida)
Minggu, 01 November 2015
PWI, Netizen, dan Wartawan Abal-abal
Banyak netizen yang mencari dan menulis berita di internet. Ada yang menulis berita di website, ada yang menulis berita di blog (blogger), ada pula yang aktif menulis berita di media sosial (facebook, twitter, dll). Kehadiran para netizen berita ini tidak boleh diabaikan oleh PWI sebagai organisasi wartawan terbesar di Tanah Air, karena keberadaan dan aktivitas mereka menulis atau menyajikan berita menjadi “pesaing berat” bagi para wartawan.
Langganan:
Postingan (Atom)



